Pelatihan Protokoler

Saya sendiri bahkan lupa bulan apa saya mendaftar pertama kali untuk rekrutmen protokoler ITB. Keknya long-long tima ago. Dan saya juga lupa-lupa ingat, setelah memasukkan CV, kira-kira sebulan kemudian baru ada psikotes dan lebih dari sebulan kemudian dipanggil lagi tes wawancara. Lumayan lama juga menunggu, hingga akhirnya kabar itu saya terima lewat email. Saya lulus menjadi protokoler ITB. Dan sepertinya yang ikut wawancara, pada lulus semua…hehehe…

Sebenarnya pertanyaan ini juga ditanyakan ketika tes wawancara. Kenapa sih kamu ingin menjadi protokoler ITB? Hooooo…tentu saja bukan hanya sekedar ajang iseng2. Saya udah kenal yang namanya protokoler sejak saya satu kosan dengan salah satu  anggota protokoler ITB, mahasiswa Arsitektur ’04, Kak Shally Pristine. Dia sering cerita tentang tugas protokoler yang memang sering terlibat dalam acara-acara resmi di ITB. Sebut saja acara Wisuda, penyambutan mahasiswa baru (PMB), dies natalis ITB dan berbagai acara resmi ITB lainnya.

Nah, secara jaman itu saya masih di tingkat 2, dan pernah beberapa kali terlibat dalam acara wisuda himpunan, saya merasa ngiler melihat protokoler yang bisa menyaksikan langsung acara wisuda dari dalam gedung Sabuga. Mereka bisa melenggang dengan busana ‘kebesaran’ mereka melalui pintu utama sabuga sementara saya harus menunggu panas2 di luar. Menunggu para wisudawan keluar untuk diarak di sekitar ITB. Bahkan berusaha untuk curi-curi agar bisa menerobos pintu Sabuga walaupun harus nongkrong di mushola biar ga ketahuan sebagai tamu ilegal. Hahahaha….

Saya sangat menikmati acara2 Wisuda di ITB terutama arak-arakannya. Dari dua Univ yang pernah saya lihat acara wisudanya, mungkin tidak ada yang menandingi acara wisuda ITB. Mulai dari ajang pamer jahim (jaket himpunan) dan yel-yel wisuda hingga prosesi gila-gilaan seperti arak-arakan, perang air,dan acara lempar orang ke dalam kolam. Anak ITB emang kreatif. Saya akui itu. Pokoknya kalo wisudaan, masing2 himpunan bakal berusaha menampilkan arak-arakan yang tergokil dan terheboh. Dan menonton arak-arakan menjadi hiburan tersendiri pada saat wisudaan.

Duh, ko jadi ngomong tentang wisudaan? Iya, soalnya karena ingin melihat secara langsung acara wisuda-lah saya ingin sekali menjadi protokoler. Mungkin banyak yang protes. Ya elah, tar lu kan juda wisuda,Nit. Ops, ya beda donk. Beda posisi dan pengalaman. Saya ingin menjadi bagian dari acara2 ITB, biar kelihatan eksis kali ya…hahahaa…

Ya begitulah. Ternyata rasa iri juga bisa memotivasi kita untuk menjadi lebih baik.

Terus…pelatihan protokolernya mana? Hampir lupa. Dari kemaren, tgl 24, 25 dan 31 juli, diadakan pelatihan protokoler di Gedung Annex I(alias Gedung Rektorat ITB) lt 3. Banyak pengetahun2 baru yang saya dapat dari training dua hari ini. Pengetahuan tentang protokoler (bahkan ternyata ada yg namanya Kitab Protokoler lo, ckckckc), tentang organisasi ITB (baru nyadar kalo struktur organisasi ITB uda ganti, ya iyalah rektornya uda ganti nit:D), tentang teknik berkomunikasi yang  baik dan benar, bagaimana menjadi pribadi yang efektif dan tentang personal grooming. Nah, yang paling baru di kepala saya tentu saja personal grooming. Pertama kali lihat tulisannya, lampu di kepala saya nyala : Grooming apaan?????

Setelah dijelaskan ternyata grooming itu berhubungan dengan tata cara berpenampilan di dunia profesional. Hoooo..benar-benar pelajaran baru nih. Dan ternyata bertugas sebagai protokoler, kita memang harus jeli dengan hal yang namanya penampilan. Ga boleh sembarangan. Karena,meminjam istilahnya seorang pembicara (lupa dink namanya), protokoler itu adalah etalasenya ITB. Hahahha..walaupun dianggap sebagai pajangan, tapi maknanya dalem banget. Protokoler merepresentasikan ITB itu sendiri terutama di acara-acara resmi yang melibatkan banyak pejabat penting dan tamu undangan dari berbagai latar belakang dan institusi.

Aduh, uda de…tar disambung lagi (Itupun kalo lagi mood buat nulis:P). Ngantuk. Zzzzzzzzzzzzzzzz……

7 Comments (+add yours?)

  1. dividedseconds
    Aug 29, 2010 @ 07:41:02

    Cara daftar buat protokoler itb gimana yah?

  2. dividedseconds
    Aug 29, 2010 @ 07:45:12

    Cara mendaftar untuk jadi protokoler gimana yah?
    Makasih

  3. alwaysanita
    Sep 14, 2010 @ 22:08:10

    Biasanya ada pengumumannya, tapi kalo mau masukin aja CV ke bag humas rektorat.

  4. rachmat fathoni
    Oct 07, 2010 @ 11:24:29

    Pengumumannya biasanya ditarok dimana ya? Terus biasanya sekitar bulan apa?

  5. Poe Ollie
    Mar 26, 2011 @ 20:40:21

    Lebih disaring di psikotestnya ya? Kalo di psikotest yang paling diliat apanya ya kalo boleh di share :p ? EQ kah?

    Makasih :)

  6. Poe Ollie
    Mar 26, 2011 @ 20:42:24

    Oh ya kalo gak mungkin di share di sini, mungkin bisa di share ke email saya :)

    Makasih yah, sekali lagi

  7. alwaysanita
    Mar 29, 2011 @ 19:39:42

    @Poe Ollie: ya kayak psiokotest biasa aja, aduh kurang tau yang paling diliat apanya…nyantai aja lah kalo psikotes, just be yourself:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.