TERSESAT DI ISTIQLAL#2

Menggelikan mungkin, kami harus berjalan cukup jauh untuk mencari kamar mandi ataupun tempat wudhu. Papan penunjuk jalan yang ada terus menuntun kami, tapi rasanya kami semakin jauh dan entah berada di bagian mana dari ruangan yang sangat besar tersebut. Anehnya papan penunjuk malah membuat kami tambah tersesat, bukannya membawa ke tempat wudhu kami pun malah terbentur di kawasan perkantoran, mungkin kantor pengurus mesjid atau sejenisnya. Lalu seorang bapak menunjukkan kami arah jalan untuk ke tempat wudhu padahal jelas-jelas papan penunjuk yang kami baca mengarahkan bahwa tempat wudhu berada pada arah yang sama dengan perkantoran tersebut berada. Gimana ni???

Dengan menyusuri lorong yang berlawanan dengan arah papan penunjuk tadi ,kami terus berjalan sampai menemukan kembali papan penunjuk untuk tempat wudhu. Dan akhirnya kami menemukan tempat berwudhu akhwat yang tepat bersebelahan dengan tempat berwudhu ikhwan. Namun sayang tidak ada kamar mandinya. Lalu kamipun menyusuri lorong untuk menemukan toilet. Kami berjalan telanjang kaki sambil menenteng sepatu. Terus terang kami bingung lorong panjang yang kami lalui ini, kawasan suci atau tidak. Dan akhirnya kami pun menemukan toilet yang sekali lagi saya tidak mengerti apakah toilet tersebut untuk laki-laki atau perempuan. Karena tidak ada petunjuknya , saya pun memberanikan diri masuk ke salah satu kamar mandi. Setelah buang air kecil dan berwudhu, kami tertegun. Nah…kalau kembali ke ruang utama mesjid jalannya yang mana ya???

Kami kembali menyusuri lorong dari arah kami datang tadi, dan dengan cukup mudah kami menemukan tangga yang mirip dengan tangga yang pertama kali kami temui ketika memasuki bangunan mesjid. Kami pun menaiki tangga menuju kawasan untuk shalat. Subhanallah…Besar dan luas sekali. Tidak seperti mesjid pada umumnya, tempat shalat di mesjid ini terdiri dari ruangan utama (yang ada mimbarnya), lorong-lorong panjang dan lapangan terbuka. Sepertinya jika jemaah lagi membludak, kawasan ini akan terisi semua. Kami pun terus berjalan melintasi lapangan terbuka dan menuju ruang utama mesjid. Sekali lagi saya berdecak kagum. Kubah mesjid ini indah, megah dan… menurut saya yang tidak mengerti arsitektur ini, kubah tersebut maha karya yang berseni tinggi. Tidak begitu banyak jemaah yang sedang shalat. Di tiap tiang di ruang utama mesjid, terdapat lemari yang mengelilingi tiang tersebut. Saya pikir tempat mukena ternyata isinya buku dan Al Quran. Huh..tadi kenapa tidak bawa mukena ya,,Karena tidak menjumpai mukena, tanpa ragu saya meminjamnya pada salah seorang ibu yang sepertinya sedang i’tikaf di sana.

Shalat yang begitu tenang dan damai. Enak sekali. Angin berhembus menyegarkan. Ya Allah.. Saya akhirnya menghaturkan sujud padaMu di tempat ini. Sebelumnya saya hanya melihat Aa Gym sering berceramah disini lewat televisi dengan jemaah yang banyak sekali jumlahnya. Selesai shalat, membuat saya ingin merebahkan tubuh sejenak. Menikmati kedamaian suasana saat itu. Namun sayang, kami tidak punya banyak waktu. Kami pun meninggalkan ruang utama mesjid dengan menuruni tangga yang kami naiki sebelumnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s