Kampungku Sayang Kampungku Malang

Barusan iseng baca2 blog teman..Hmm..baru sadar uda begitu lamaaaa tak menyentuh blog lagi. Blog ku sayang, maapin ya, dicuekin..hehehe^^

Trus jadi pengen nulis lagi. Satu hal yang terlintas pengen cerita tentang libu Lebaran kemaren. Lumayan ada stock poto2nya juga…Please enjoy^^

IMG_0353

Kalo inget kampung, saya jadi berpikir tentang keadaan rumah disana pasca gempa. Sekedar informasi, rumah saya tepat di jantung kota Pariaman dan kampung saya (a.k.a rumah ibu) tepat di Ombilin, Kabupaten Tanah Datar. Berdasarkan informasi dari ibu saya (yang baru bisa dihubungi, Kamis siang -satu hari sesudah gempa-), keluarga saya di Pariaman alhamdulillah, rumah pun hanya retak-retak . Begitupun keluarga di daerah lainnya di Sumbar. Alhamdulillah. Terus terang saya sempat panik, karena sejak kejadian gempa, keluarga tak satupun bisa dihubungi, sementara sms terus berdatangan menanyakan kabar keluarga saya gimana.

Malam itu, 30 Sept,Oom saya yang kebetulan di Ombilin langsung menjemput keluarga saya di Pariaman dan di Padang untuk di bawa ke Ombilin. Bayangkan saja, jarak Pariaman-Ombilin yang biasa ditempuh awaktu 2 jam, pasca gempa menjadi 15 jam. Jalan Padang Bukittingi macet total, dan mobil yang membawa keluarga saya hanya bisa beringsut seperti semut. Baru setelah ibu saya sampai di Ombilin, beliau baru dapat dihubungi. Namun diluar itu, saya bersyukur semuanya baik – baik saja.

Malangnya, teman-teman saya yang lainnya di Pariaman, mengalami nasib yang lebih parah dibanding saya. Ada yang keluarganya meninggal, rumahnya rata tanah dan saat itu teman saya tidak berada dekat keluarganya karena sudah balik ke tempat kuliah masing-masing. Sumbar yang malang. Sampai saat ini saya belum tahu pasti keadaan kota kelahiran saya bagaimana. Pariaman masih termasuk daerah yang beruntung karena jumlah korban relatif sedikit dibanding Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman.

Bencana ini benar-benar terapi iman yang luar biasa bagi masyarakat Sumatera Barat. Mungkin syarak itu mulai pudar, hingga Allah dengan caranya yang luar biasa menegur kita semua. Mungkin juga kita terlalu sibuk dengan urusan masing-masing hingga lupa mengingatkan saudara, teman dan keluarga kita untuk ingat kepada-Nya. Apapun itu, semoga bencana ini bisa membangunkan kita semua, menyadarkan kita atas apa yang telah kita perbuat dan memacu kita untuk menunjukkan rasa kemanusiaan pada sesama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s