Farewell PLO

Sebenarnya tulisan ini pengen saya publish sejak akhir semester 7 yang lalu. Namun karena kebiasaan jelek saya yang kalo udah ga mood, maen ditinggalin begitu aja. Jadilah ni tulisan terlantar di Draft postingan saya. But, it is better to be  late than not be published at all. (^_^).

Kalo anak TI ditanya, apa yang spesial di semester 7? Maka semua akan kompak menjawab : P.L.O. donks, alias Perancangan Lay Out, atau sesuai dengan EYD (Ejaan yang disempurnakan) dikenal dengan kuliah Perancangan Tata Letak Pabrik a.k.a PTLP. Saya percaya semua anak TI di penjuru Indonesia juga kebagian jatah mengambil kuliah ini, entah di semester berapa. Soalnya saya juga pernah denger cerita dari temen anak TI di salah univ. swasta di Jakarta (lupa namanya univ-nya). Dan cerita mereka kurang lebih sama lah dengan yang saya hadapi di semester 7 ini.

Memang si, kalo semester 7 sudah berakhir. Dan PLO pun sudah berakhir lengkap dengan UAS dan presentasi tugas”nya. Namun saya ingin kembali mengenang kisah-kisah PLO itu disini, suka duka, tangis dan tawa serta konflik-konflik rumah tangga yang dialami oleh pasangan2 PLO.

Di luar konteks bahwa tugas2 PLO yang bernilai 30% dari nilai 3 SKS- terdiri dari 7 modul tradisional dan 3 modul GT a.k.a Group Technology- yang sangat2 menyita waktu, tenaga, pikiran dan kocek itu sangat sangat memberatkan dan merepotkan, tapi saya mengalami banyak pelajaran hidup (jiah, bahasanya^^) yang berharga dari kuliah ini, dari dosen, asisten, teman-teman PLO lainnya  dan tentunya  pasangan PLO saya.

Hmmm…emang apa aja si pelajaran berharga tsb? Let me tell you one by one :

1. how to manage relationship with your partner

Tugas PLO tersayang ini memang diskenariokan untuk dua orang. Gosip2nya sih, kalo tugas nya lebih dari dua orang, orang ketiga dan seterusnya bakal maen gitar..wkwkwkw. Adah2 aja. Makanya pasangan PLO ibarat udah jadi suami istri satu semester itu. Jika kamu pengen cari anak TI’06, tanya aja pasangan PLO nya^^. Saya banyak mendengar, melihat bahkan merasakan sendiri bagaimana mengelola hubungan dengan partner PLO. Ibarat membangun komunikasi dengan pasangan sendiri (jiah, sotoyyy, kaya yg uda punya aja). Ada suka dan dukanya, benci, kesal tapi saya benar-benar belajar memahami karakter orang. Perjalanan hubungan saya dengan sang partner bukannya berjalan tanpa rintangan dan gejolak (heheheh:p). Konflik selama satu semester beberapa kali saya hadapi. Saya belajar untuk tidak hanya menyalahkan orang lain (ini kebiasaan jelak saya kalo lagi kesal ama orang), belajar menerima kekurangan orang lain dan mencoba berpikir positif terhadap setiap peristiwa buruk yang saya alami.  Saya juga mendengar kisah kasih partner PLO lainnya. Dan kesimpulan saya : Komunikasi adalah kunci utama lancar ato tidaknya suatu hubungan. Plok..Plok..plok.. Saya berhasil menemukan satu teori lengkap dengan pembuktiannya dari PLO ^^

2. How to manage your resources

Uda pada tau kan, kalo tugas2 PLO tu benar-benar menyita waktu, tenaga, pikiran dan juga kocek. Walaupun pelajaran ini (managing resources-red) tak sepenuhnya berbekas di saya, karena tetap aja sampai sekarang mental deadliner masih melekat pada diri saya, tapi setidaknya saya  saat itu beripikir bagaimana supaya saya tidak begadang terus setiap Selasa malam (berhubung tugasnya dikumpul Rabu jam 7 pagi). Jujur pas tugas pertama a.k.a modul 1 dikumpul saya begadang abis malamnya hingga kuliah Rabu pagi jam 7 saya tinggal untuk tidur dikosan. Saya teringat ledekan seorang teman, masa mo bolos terus tiap Rabu pagi,  mau begini terus mpe modul GT??? dan itu benar-benar terus masuk kuliah Rabu pagi hanya dengan satu kali bolos. Huh, bangga..!!! Ada juga teman yang berusaha hunting tempat print yang paling murah tapi sayangnya ga buka 24 jam. Sebagai kompensasinya mereka ngeprint selasa sore atau malam, dengan kata lain mereka telah lebih berhasil menyelesaikan laporan dengan cepat sehingga bisa diprint lebih awal. Ckckckck…

3. I learnt how to build a plant

Wew..bangga dunk:P Semua ilmu TI yag saya peroleh dari tahun pertama sampai saat ini terpakai disini. Benar-benar kerasa bagaimana mengintegrasikan semua ilmu tersebut dalam sebuah sistem, sistem manufaktur.Kita benar-benar mulai dari awal, membangun pabrik bermodalkan routing sheet, operation process chart dan assembly chart. Kita juga merancang struktur organisasi dan melakukan analisis kelayakan investasi hingga akhirnya keluar dengan tata letak pabrik yang akan dibuat. It’s awesome:D.

And finally, i give you some pictures of my plant lay out.

This slideshow requires JavaScript.




3 thoughts on “Farewell PLO

  1. alka great says:

    wooow….
    it’s cool
    i’m appreciate with this plant,
    proud of u so much…

    *hmm… alka jd malu, bru cuma bsa bkin layout ritel shop…
    hrus trus blajar ni..

    nta…

    keep fight to make u’r dream come true…
    ^_^

  2. RH says:

    hadeehh…
    so last year bu… ^^

    anyway, i miss Mr. AM
    udah lama ga liat si bapak
    hahaha…

    Ni namanya mendokumentasikan kenangan rim..:P
    Sayang banget pengalaman “seberharga” ini tidak dipublikasikan…
    Gw jg kangen MR. AM…senyumnya itu…hahahah

  3. tania says:

    hai hai..
    gw jg anak TI loo…
    bener2 ngasain susahnya bikin lay out pabrik
    sumpahh.. bikin emosi jiwa raga dee..
    eh ya, tp skrg PF (perancangan Fasilitas), nama mata kuliah itu di kampus, di taro di smester 5 loo..
    ngga tanggung2 tu dosen ngasih responsi itu
    1 klompoknya malah 5 orang
    hmm… mau donk contoh2 laporannyaa…
    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s