That’s what friends are for…

Kalimat ini begitu saja terlintas di pikiran saya. Di saat saya merenungi hal –hal yag sudah terjadi dua hari belakangan ini. Di saat saya seharusnya lebih panik memikirkan presentasi proposal tugas akhir besok. But I need to write this. Keburu lupa lagi tar:P

Barusan dua orang “uni-uni” bertandang ke kosan saya. Saya cukup dekat dengan mereka. Senang sekali melihat mereka karena memang sudah lama kami tidak bertemu. Jadilah kami bercerita ngalor ngidur. Biasalah cewek-cewek. Kalo ngobrol suka loncat kemana-mana. Mulai dari topic yang sangat serius, sedikit serius hingga yang paling bodor. Kalo sudah bercuap-cuap tentu tidak lengkap tanpa tawa terbahak-bahak. Versinya pun macam-macam.Ada yg seperti ini : wakakakakaka, hihihihihi, ato yang ini :kekekekeke, hahahahahha…heheheheehehe…wkwkwkwkwkw…huk..huk..huk. Terakhir malah jadinya batuk2.

Trus apa hubungan dengan judul postingan di atas? Yah, saya baru menyadari, tertawa adalah obat mujarab di saat hidup dengan kejamnya menerjang kita denganberbagai masalah. Satu belom selesai, muncul yang lainnya. Dan tentunya tertawa yang sehat itu adalah jika kamu mempunyai teman untuk tertawa bersama. Karena kalo tidak….You know what happen :P.

Dan saya bisa mengatakan bahwa saya beruntung mempunyai orang-orang yang bisa saya ajak tertawa hingga sakit perut, hingga tersedak atau batuk-batuk. Contohnya saja, ya kunjungan dua teman saya malam ini. Saat tadi siang di kampus saya mendapat kejutan –kejutan yang tidak diinginkan, hingga saya harus sering-sering menghela napas. What a day -_-.

Tapi untungnya malam ini, perasaan yang tidak enak itu lenyap begitu saya bisa tertawa. Tertawa itu nikmat sekali. Dengan tertawa partikel-partikel kesedihan dan kekesalan menguap begitu saja. Tertawa itu gratis. Makanya seperti salah satu jargonnya Warkop DKI, “ Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang”.

Satu lagi kasus nyata. Hari Rabu kemaren, masalah dan kekacauan sepertinya lagi senang2nya menghancurkan kebahagiaan orang. UTS OAKOM yang kurang sukses (kalo tidak mau dibilang GAGAL), fakta baru tentang penentuan dosen pembimbing, membuat kebahagiaan saya kembali terenggut. Tapi bersama teman-teman (anak UKM-red) saya benar-benar menikmati sore itu. Tertawa dan pamer kegilaan di tempat umum : rumah sakit, angkot, KFC dan angkot lagi.

Walaupun hanya pelipur lara sementara, but that’s all right. They are enough to make me realize that I can still laugh, even in a terrible condition. Thanks friends. My world will be so quiet without you all guys.

If there is any question about what friends are for. I’ll say…Friends are people that make your world keep shining on when the others make it gloomy.

*Dedicated for all my friends that could make me laugh. Love you all ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s